Kumpulan Doa Malam Lailatul Qadar (10 Hari Terakhir Ramadhan) | Doaharian.id – Kumpulan Do'a Sehari-hari

Friday, April 19, 2019

Kumpulan Doa Malam Lailatul Qadar (10 Hari Terakhir Ramadhan)


    Doa Malam Lailatul Qadar 1



    اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ، تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

    Allaahumma innaka 'afuwwun, tuhibbul 'afwa fa'fu 'annii.

    Terjemah nya:
    Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, menyukai permintaan maaf, maka maafkanlah aku.

    HR. Ahmad 25384, At-Turmudzi 3513, Ibn Majah 3850, An-Nasai dalam Amal Al-yaum wa lailah, dan Al-Baihaqi dalam Syua'bul Iman 3426

    Hadits ini dinilai shahih oleh Al-Albani.

    Hadits selengkapnya: Dari A'isyah radhiyallahu 'anha, beliau bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah, jika aku menjumpai satu malam merupakan lailatul qadar, apa yang harus aku ucapkan di malam itu? Beliau menjawab: Ucapkanlah: (doa di atas).

    Adakah tambahan "kariim"

    Kita sering mendengar orang membaca doa yang mirip dengan ini, namun dengan tambahan:
    allaahumma innaka 'afuwwun kariim, tuhibbu.

    Benarkah tambahan ini? Disebutkan dalam Silsilah Ahadits As-Shahihah: Dalam sunan Turmudzi, setelah 'afuwun, terdapat tambahan "kariimun"! Tambahan ini sama sekali tidak terdapat dalam referensi cetakan lama, tidak juga dalam cetakan lain yang menukil darinya. Kelihatannya, ini adalah tambahan dari sebagian pentranskrip atau penerbit.

    Tambahan ini tidak ada dalam cetakan Al-Hindiyah untuk Sunan Turmudzi yang ada syarahnya (Tuhfatul Ahwadzi) karya Mubarokfuri dan tidak pula dalam cetakan lainnya. Diantara yang menguatkan hal itu, bahwa Imam An-Nasai meriwayatkan doa ini dengan jalur sanad sebagaimana yang ada dalam sunan Turmudzi, keduanya berasal dari gurunya: Quthaibah bin Said dengan sanadnya dan tidak ada tambahan tersebut. (Silsilah Ahadits As-Shahihah, catatan untuk hadis no. 3337).

    Kesimpulannya bahwa tambahan "kariim" tidak ada dalam hadis. Kemungkinan, itu adalah tambahan proses transkrip atau dari penerbit.

    Doa Malam Lailatul Qadar 2



    اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ


    Allaahumma innii as-alukal 'afwa wal 'aafiyah.

    Terjemah nya:
    Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ampunan dan terbebas dari masalah.

    HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 29189

    HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushannaf 29189. Al-Albani menilai riwayat ini shahih, dan beliau berkomentar, "Nampaknya, A'isyah mengatakan demikian karena pendapat pribadinya." Simak Silsilah As-Shahihah (7/1011).

    Hadits:

    Dari Abdullah bin Buraidah, bahwa A'isyah radhiyallahu 'anha, pernah mengatakan: "Jika saya tahu bahwa suatu malam itu adalah lailatul qadar, tentu doa yang paling banyak kuucapkan di malam itu, aku meminta kepada Allah ampunan dan terbebas dari masalah."

    Catatan:

    Pada dasarnya, lailatul qadar termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa. Karena setiap muslim bisa membaca doa apapun untuk kebaikan dunia dan akhiratnya. Dan doa A'isyah di atas adalah doa yang terbaik, karena doa ini diajarkan langsung oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam kepada istri tercintanya. Karena itu, doa ini dianjurkan untuk dibaca berulang-ulang.

    Cara membacanya:

    Doa lailatul qadar hanya dibaca di malam hari, ketika seorang muslim memiliki dugaan kuat bahwa malam itu adalah lailatul qadar. Seseorang bisa memperkirakan apakah malam itu lailatul qadar ataukah bukan melalui ciri malam tersebut. Tidak ada bilangan tertentu untuk doa ini, karena itu bisa dibaca berapapun jumlahnya. Semakin banyak, semakin bagus. Bisa juga diselingi dengan kegiatan yang lain. Misalnya: membaca doa ini 3x, kemudian shalat, setelah itu membaca lagi dan membaca doa yang lain.

    Sumber: http://www.facebook.com/doa.dzikir.shahih.harian/

    Whatsapp Button works on Mobile Device only

    Start typing and press Enter to search