Thursday, July 2, 2020

Ceramah Gus Baha: Meningkatkan Kualitas Shalat seperti Nabi dan Para Sahabat

) no-repeat center center;background-size:cover'>

Ceramah Gus Baha: Meningkatkan Kualitas Shalat seperti Nabi dan Para Sahabat

Sayidina Umar suatu saat dipanah, dan panah itu mempunyai mata pancing. Sehingga saat menancap akan sangat sakit jika ditarik. Sekalipun oleh dokter paling canggih. Akhirnya Sayidina Umar berkata:"Tariklah panah ini saat aku sholat, karena kalau aku sholat aku lupa segalanya" Benar saja.

Foto Gus Baha via Minews.id
Foto Gus Baha via Minews.id

Saat beliau sholat panah itu ditarik dan beliau bergeming. Tidak bergerak. Ditanyakan kepada beliau:"Apa Anda tidak merasakan apa-apa?". "Tidak",  jawab beliau “Masa dihadapan Allah aku bisa merasa sakit? Itu kan aneh".

Alhamdulillah kita merasakan sakit; dan itulah yang aneh lagi menghadap Allah tapi bisa melihat orang lewat. Itulah sayidina  Umar. Kekhusyu’an beliau sampai ketika dipanah dan panah itu sulit dicabut, karena sakit yang luar biasa. Beliau berpesan:"Cabutlah anak panah itu saat aku sedang sholat"

Makanya banyak sahabat yang mati (dibunuh) saat sedang sholat. Karena pembunuhnya tahu, mereka paling lengah saat sholat.  Umar terbunuh saat Shalat. Berbeda dengan kita yang masih tolah toleh-toleh. Itulah alasan kenapa Umar dibunuh saat sholat. Karena musuhnya tahu,  sahabat itu paling lengah saat sholat. Sayidina Ali juga dibunuh pun ketika sholat.

Alhamdulillah cerita itu tidak terjadi di jaman sekarang. Karena yang sholat lebih ‘canggih’. Tetap akan ketahuan, karena sholatnya masih tolah toleh. Konsentrasi penuh menjaga diri.

Ini menunjukkan kehebatan sayidina Umar. Sudah tahu dalam bahaya, tetap sholat. Sekali sholat benar-benar hanya ingat Allah. Tidak sadar sama sekali. Sayidina Usman (dibunuh) saat baca Qur’an. Rata-rata ulama itu begitu. Masyhur, Sayidina Ali Zainal Abidin ketika sholat, atap rumahnya jatuh sampai (mengenai) bajunya sobek, rumah terbakar, beliau tidak sadar. Dibantu banyak orang tidak sadar. Beliau kan sedang asyik bersama Allah. “Masa”, katanya "mana mungkin dihadapan Allah aku bisa ingat selainNya?".

Tapi kita-kita tidak mungkin bisa bayangkan sholat yang high class begitu. Bahkan ketika Nabi (mengimami) sholat, shaf yang paling belakang, bisa meendengar dentuman dada Nabi sebab rasa takutnya pada Allah seperti air yang mendidih. Sampai Nabi hampir pingsan.  Saking takutnya pada Allah.

Seperti yang Allah gambarkan dalam surat Az Zumar: 23 "Bulu roma orang bertaqwa kepada Tuhannya pasti berdiri bergetar kemudian kulit dan hati mereka menjadi lembut karena zikir kepada Allah."

Makanya potensinya orang-orang sholeh itu jarang sholat sunah. Karena sholat fardhu saja membutuhkan energi yang luar biasa. Hampir saja mau pingsan. Alhamdulillah kita-kita sholat biasa saja. Maksudnya qobliyah ok, ba’diyah ok, sholat (fardhu) ok. Tapi jika ada yang ingin mebunuh, tidak akan bisa, tetep ketahuan.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search