Thursday, October 8, 2020

Mengenal Ciri-Ciri Fisik Dajjal dan Pengikutnya Menjelang Hari Kiamat

) no-repeat center center;background-size:cover'>

Mengenal Ciri-Ciri Fisik Dajjal dan Pengikutnya Menjelang Hari Kiamat

Percaya kepada hari kiamat merupakan rukun iman kelima. Sebagi umat Islam diwajibkan percaya akan datangnya hari kiamat. Kiamat akan pasti terjadi, namun waktu dan kronologi terjadinya masih menjadi rahasia besar yang disimpan oleh Allah SWT. Namun, kita sudah mendapat peristiwa apa yang akan terjadi menjelang hari kiamat. Salah satu kejadian yang muncul mendekati hari kiamat (dalam hal ini adalah kiamat besar) adalah munculnya Dajjal.


Dajjal (dajjâl) itu shighah mubalaghah (bentuk persangatan) dari kata dajjala, yang memiliki arti pembohong besar. Secara terminologis, dajjâl diartikan sebagai orang yang menutupi sesuatu. Karena ia disebut dalam hadis sebagai A’wâr. Dajjal dianggap sebagai penutup kebenaran, dan orang yang paling berdusta. Pemaknaan literal seperti ini pernah terjadi dalam sejarah Islam. Para pendusta atas nama agama, sering disebut sebagai Kadzzâb, Dajjâl.


Surah AL Kahfi untuk terhindar dari fitnah Dajjal
Surah Al Kahfi untuk terhindar dari fitnah Dajjal

Dajjal akan muncul kelak, bagaimana ciri-ciri dajjal dan pengikutnya? Simak artikel dari Hasana.id berikut ini.


Ada beberapa riwayat hadis shahih yang menjelaskan tentang Dajjal itu. Di antaranya, hadits riwayat Abdullah ibnu Umar radliyallahu ‘anhuma, beliau berkata,

“Rasulullah berdiri di depan para sahabat, maka Rasulullah memuji Allah yang memang ahlinya, kemudian beliau menuturkan tentang Dajjal, kemudian berkata: ‘Aku mengingatkanmu dan tidaklah setiap nabi kecuali mengingatkan kaumnya, tetapi akan aku katakan padamu perkataan yang tidak pernah dikatakan oleh para nabi kepada kaumnya. Sesungguhnya Dajjal itu bermata satu dan sesungguhnya Allah tidak bermata satu,”.

(HR Bukhari dan Muslim)


‘Ubadah bin ash-Shamit Radhiyallahu anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:


 إِنَّ مَسِيْحَ الدَّجَّالِ رَجُلٌ، قَصِيْرٌ، أَفْجَعُ، جَعْدُ، أَعْوَرٌ، مَطْمُوْسُ الْعَيْنِ، لَيْسَ بِنَاتِئَةٍ وَلاَ جَحْـرَاءَ، فَإِنْ أَلْبَسَ عَلَيْكُمْ؛ فَاعْلَمُوْا أَنَّ رَبَّكُمْ لَيْسَ بِأَعْوَرَ.

“Sesungguhnya Dajjal adalah seorang laki-laki, pendek, jarak antara kedua betisnya berjauhan, keriting, buta sebelah, mata yang terhapus tidak terlalu menonjol, tidak pula terlalu ke dalam, maka jika dia melakukan kerancuan (mengaku sebagai Rabb) kepadamu, maka ketahuilah sesungguhnya Rabb kalian tidak buta sebelah,”.

(HR Abu Dawud)

Dalam sebuah hadis, Nabi Muhammad telah menjelaskan siapa saja mereka yang jadi pengikut Dajjal ini.


“Akan mengikuti Dajjal ahli neraka dari kaum Yahudi Ashbahan 70 ribu orang, mereka memakai semacam thayalisah (sejenis kain yang diselempangkan di pundak).”


Termasuk para pengikut Dajjal adalah orang-orang Yahudi dari Asfahan. Menariknya, di Kota Asfahan, ada desa yang hanya dihuni oleh orang-orang Yahudi hingga masa kekhalifahan Abasiyah. Sedangkan thayalisah yang dimaksud dalam hadist di atas adalah selendang yang dipakai di pundak, menyerupai baju/jubah, tidak memiliki jahitan.


Yang hrus kita waspadai, tipu muslihat dajjal sangatlah kuat, dalam genggamannya terdapat surga dan neraka. Neraka Dajjal adalah surga, sedangkan surga Dajjal adalah neraka.

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search